Kamis 20 MAret 2008, tepat libur Maulid Nabi Muhammad SAW, sehari sebelum perayaan Paskah tahun 2008. Belasan penggemar jazz di Malang berkumpul dan berbincang di Gazebo Citra Malang, sebuah tempat yang berarsitek Jepang tepat didepan Studio Radio Citra Malang, Jl Hasanudin 1 A Kota Malang.
Pertemuan itu, layaknya sebuah penantian yang merindukan sebuah wadah untuk membentuk sebuah kelompok pecinta musik jazz di Kota Malang. Selama ini mereka bersua di udara di sejumlah radio yang memiliki program musik-musik jazz. Seperti dalam program Jazzy News dan Jazz on Sunday di Citra Malang 87.9 FM, juga di sejumlah radio lainnya.
Dalam pertemuan itu, hadir penikmat, musisi, event organizer sampai pihak sponsorship. Mereka berbincang tentang arti penting sebuah wadah yang isinya berisi kelompok masyarakat yang intens dan menyukai musik jazz.
Hadir beberapa pendengar sekaligus kolektor album jazz, Syarif Budiono, Om Sigit yang mendedikasikan berkeseniannya di jalur jazz, ada musisi muda Dedy, hadir pula Billy, EO yang getol menggelar event jazz. Ada juga Oni, dari Cinemax Cafe yang memberi ruang dan waktu untuk dedikasi jazz. Hadir pula Tutuko, sebagai manajer area Sampoerna di Malang, serta Suraji dri pihak sponsor yang tiada henti mendukung perkembangan jazz di Malang.
Penikmat jazz sekaligus tokoh politisi perempuan Mbak Nining yang tinggal di Batu. Juga pendengar lainnya, seperti Imron yang selalu aktif memberi masukan untuk kemajuan jazz.
Dalam pertemuan yang berlangsung lebih dari dua jam itu, akhirnya semua sepakat bahwa pendirian komunitas jazz di Malang sudah terlambat. Karena itu, perlu percepatan untuk membentuknya. Dalam pertemuan yang berlangsung familiar itu, akhirnya disepakati untuk membentuk dulu wadahnya. Berbagai usulan muncul. Om Sigit semula usul Malang Extra Jazz Malang. Jaya, MC dari Citra Malang usulkan Malang Jazz Forum dan Malang Jazz Club.
Bapak Tutuko, setuju apa saja namanya, asalkan ‘embel’embel’ jazz jangan keliru diartikan dengan kelompok penggembar sebuah merek mobil. Adapula yang usul Malang Music Jazz Forum. Akhirnya disepakati Malang Jazz Forum. Kata Forum dibelakang nama komunitas ini akan lebih luwes dan fleksible dalam menggelar kegiatan atau dalam menjalankan programnya.
Forum bisa lebih relevan untuk menggelar kegiatan tidak hanya tekait bermusik saja, tapi juga kegiatan sosial ataupaun kegiatan bermanfaat lainnya. Forum ini berikutnya diharpakan akan bertemu secara intens. Dedi dari Farbig, usul setiap seminggu sekali, karena pembentukan wadah ini sebenarnya sudah cukup terlambat, karena itu perlu sesering mungkin.
Pertemuan berikutnya bila tidak ada aral melintang digelar Jumat. Akan menampung masukan dan saran terkait program kreja. Sukses MJF, Malang Jazz Forum.
Hi, this is a comment.
To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.
All,
Saya sangat senang mendengar di Malang sudah muncul Malang Jazz Forum. Sepertinya kita mengulang atmosfir puluhan tahun yang lalu, ketika masih ada Almarhum Pak Salam dan Pak Salim (twin brother-brass section), Om Azis (brass section) dll yang semuanya itu adalah orang2 yang sangat-sangat concern dengan dunia musik jazz. Dari tangan beliau-beliaulah banyak muncul musisi Malang. Saya sangat menghargai bentukan forum ini….. Bravo
Tapi ada hal yang mungkin tidak boleh di lupakan adalah ketika kita membangun sebuah image/icon/ apapun namanya, hendaknya kita pikirkan bagaimana merawat hasil bentukan tersebut. Misalnya saja di adakan diskusi/kumpul2/ atau apapun bentuknya secara periodik, saling memberikan input, atau buat event kecil-kecil dengan market yang jelas (misalnya kampus, mall, atau kalau mungkin di sebuah cafe di malang…. why not…)
Kita mulai dari hal yg kecil dulu, di ekspose lewat radio atau TV Lokal di Malang secara periodik.
Mungkin sekali waktu kita (forum ini) perlu mengundang mereka (jemput bola) pelaku2 jazz masa lalu seperti Om Azis (brass section), Mbk Ani khusnu (vocal), Didik Kompol (guitar – mungkin sekarang masih di Australia), Mas Dodot (piano di bali), kokok and lolok (guitar and piano – sekarang lagi di bali) dan temen musisi angkatan di bawah mereka, ada mas Tatok (drum), Anis (bass), Kiki (bas) Helmy (bass), Hestu (guitar), mamek (vocal), dll atau musisi2 muda dan group band sekarang yang concern juga di jazz.
Terlebih lagi akan lebih berwarna turut juga di undang para owner cafe di malang. Saya rasa mereka juga penting karena mereka juga pelaku bisnis entertainment selain musisi. Dan mungkin juga para manager hotel di malang.
Terakhir… harapan besar kita semua pecinta jazz adalah jangan sampai pernah ini sebagai ajang untuk saling menonjolkan satu dengan yang lain, tapi justru saling mendukung satu dengan yang lain, agar suasana guyub dan persaudaraan tetap terjaga, karena semua musik di dunia ini adalah ciptaan TUHAN dan kita patut untuk bisa saling menghargai dan menjaga.
Bravo……. untuk Radio Citra Malang, Sampoerna, temen2 “G” Production-EO, temen2 musisi dan penikmat musik jazz.
Terus berkarya….. dan tetap SEMANGAT….
Regards,
Ping Pradhana
All,
Saya sangat senang mendengar di Malang sudah muncul Malang Jazz Forum. Sepertinya kita mengulang atmosfir puluhan tahun yang lalu, ketika masih ada Almarhum Pak Salam dan Pak Salim (twin brother-brass section), Om Azis (brass section) dll yang semuanya itu adalah orang2 yang sangat-sangat concern dengan dunia musik jazz. Dari tangan beliau-beliaulah banyak muncul musisi Malang. Saya sangat menghargai bentukan forum ini….. Bravo
Tapi ada hal yang mungkin tidak boleh di lupakan adalah ketika kita membangun sebuah image/icon/ apapun namanya, hendaknya kita pikirkan bagaimana merawat hasil bentukan tersebut. Misalnya saja di adakan diskusi/kumpul2/ atau apapun bentuknya secara periodik, saling memberikan input, atau buat event kecil-kecil dengan market yang jelas (misalnya kampus, mall, atau kalau mungkin di sebuah cafe di malang…. why not…)
Kita mulai dari hal yg kecil dulu, di ekspose lewat radio atau TV Lokal di Malang secara periodik.
Mungkin sekali waktu kita (forum ini) perlu mengundang mereka (jemput bola) pelaku2 jazz masa lalu seperti Om Azis (brass section), Mbk Ani khusnu (vocal), Didik Kompol (guitar – mungkin sekarang masih di Australia), Mas Dodot (piano di bali), kokok and lolok (guitar and piano – sekarang lagi di bali) dan temen musisi angkatan di bawah mereka, ada mas Tatok (drum), Anis (bass), Kiki (bas) Helmy (bass), Hestu (guitar), mamek (vocal), dll atau musisi2 muda dan group band sekarang yang concern juga di jazz.
Terlebih lagi akan lebih berwarna turut juga di undang para owner cafe di malang. Saya rasa mereka juga penting karena mereka juga pelaku bisnis entertainment selain musisi. Dan mungkin juga para manager hotel di malang.
Terakhir… harapan besar kita semua pecinta jazz adalah jangan sampai pernah ini sebagai ajang untuk saling menonjolkan satu dengan yang lain, tapi justru saling mendukung satu dengan yang lain, agar suasana guyub dan persaudaraan tetap terjaga, karena semua musik di dunia ini adalah ciptaan TUHAN dan kita patut untuk bisa saling menghargai dan menjaga.
Bravo……. untuk Radio Citra Malang, Sampoerna, temen2 “G” Production-EO, temen2 musisi dan penikmat musik jazz.
Terus berkarya….. dan tetap SEMANGAT….
Kontak :
Ping Pradhana
Jln. Besi No 1 – Kavling 7 Malang
Telp : 0341-7031497
0341-402085
0812 331 2262
Regards,
Ping Pradhana
hmmm… sip..sip..sip… ntar kalo buat event, kabar2i yak..! asyik tuwh kaya’nya kalo’ kapan2 malang jazz forum buat event jamz session.. sip..sip… btw, cuma masukan ajah, kalo malang jazz forum dah kebentuk, dijaga atuh keutuhan,kekompakan dan solidaritas antar sesama musisi-nya… hehehe.. kan ga seru lagy kalo sesama musisi saling menjatuhkan dan saling sikut-menyikut…
Cayo! Salam dari Bali…