Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Arsip untuk April 9th, 2008

All,
Saya sangat senang mendengar di Malang sudah muncul Malang Jazz Forum. Sepertinya kita mengulang atmosfir puluhan tahun yang lalu, ketika masih ada Almarhum Pak Salam dan Pak Salim (twin brother-brass section), Om Azis (brass section) dll yang semuanya itu adalah orang2 yang sangat-sangat concern dengan dunia musik jazz. Dari tangan beliau-beliaulah banyak muncul musisi Malang. Saya sangat menghargai bentukan forum ini….. Bravo
Tapi ada hal yang mungkin tidak boleh di lupakan adalah ketika kita membangun sebuah image/icon/ apapun namanya, hendaknya kita pikirkan bagaimana merawat hasil bentukan tersebut. Misalnya saja di adakan diskusi/kumpul2/ atau apapun bentuknya secara periodik, saling memberikan input, atau buat event kecil-kecil dengan market yang jelas (misalnya kampus, mall, atau kalau mungkin di sebuah cafe di malang…. why not…)
Kita mulai dari hal yg kecil dulu, di ekspose lewat radio atau TV Lokal di Malang secara periodik.
Mungkin sekali waktu kita (forum ini) perlu mengundang mereka (jemput bola) pelaku2 jazz masa lalu seperti Om Azis (brass section), Mbak Ani khusnu (vocal), Didik Kompol (guitar – mungkin sekarang masih di Australia), Mas Dodot (piano di bali), kokok and lolok (guitar and piano – sekarang lagi di bali) dan temen musisi angkatan di bawah mereka, ada mas Tatok (drum), Anis (bass), Kiki (bas) Helmy (bass), Hestu (guitar), mamek (vocal), dll atau musisi2 muda dan group band sekarang yang concern juga di jazz.
Terlebih lagi akan lebih berwarna turut juga di undang para owner cafe di malang. Saya rasa mereka juga penting karena mereka juga pelaku bisnis entertainment selain musisi. Dan mungkin juga para manager hotel di malang.
Terakhir… harapan besar kita semua pecinta jazz adalah jangan sampai pernah ini sebagai ajang untuk saling menonjolkan satu dengan yang lain, tapi justru saling mendukung satu dengan yang lain, agar suasana guyub dan persaudaraan tetap terjaga, karena semua musik di dunia ini adalah ciptaan TUHAN dan kita patut untuk bisa saling menghargai dan menjaga.
Bravo……. untuk Radio Citra Malang, Sampoerna, temen2 “G” Production-EO, temen2 musisi dan penikmat musik jazz.

Terus berkarya….. dan tetap SEMANGAT….

Kontak :
Ping Pradhana
Jln. Besi No 1 – Kavling 7 Malang
Telp : 0341-7031497
0341-402085
0812 331 2262

Regards,
Ping Pradhana

Untuk mentranslate bahasa

Lebih dekat Koko Harsoe

Gitaris Asal Malang, Ngejazz di Bali

Satu lagi seorang gitaris jazz dari Bali yang baru saja mengeluarkan sebuah album baru yaitu Koko Harsoe dengan albumnya yang berjudul ‘Mainan’. Album ini sekaligus juga sebagai album pertamanya. Dalam blantika musik jazz di Bali sosok Koko ini tidaklah begitu asing. Gitaris kelahiran Malang ini kelihatannya harus berjuang untuk memperkenalkan beberapa karyanya kepada para pecinta jazz di luar Bali (maklumlah karena selama ini sebagian besar para pemain jazz kita lebih senang untuk berkumpul di ibu kota saja, apalagi kalau sudah terjun ke dalam industri musik). Meskipun melihat kondisi nyata, tidak sedikit para pemain musik jazz yang ada di berbagai daerah yang tidak kalah potensinya dengan yang berada di Jakarta. Sekalipun paling tidak, sebagai langkah awal yang cukup berani hal ini sudah diantisipasi oleh Koko dengan memproduksi album ini sendiri.

Di luar kondisi di atas, dalam album ini Koko menawarkan kepada publik pecinta jazz dengan sebuah style di mana barangkali tidak jauh-jauh akan mengingatkan kembali ke “masa keemasan” fusion ataupun jazz rock pada dekade 1980an terutama di Indonesia. ‘Assalamualaikum’ sebagai salam pembuka memberikan aksen yang sedikit eksotis dengan tampilnya dua orang musisi yang memainkan digeridoo dan tabla (sayang, dalam keseluruhan album ini mereka masih malu-malu untuk tampil lebih percaya diri atau memang hanya dalam komposisi itu saja). Dalam komposisi yang berjudul sama dengan judul album ini ‘Mainan’ terutama pada bagian improvisasi gitar solonya menunjukan bahwa Koko juga tidak asing dengan bebop licks-nya. Sebenarnya hal itu juga kadang-kadang muncul dalam beberapa komposisi lainnya namun dengan kemasan melodi dan beat yang lebih bisa diterima oleh banyak orang. Selain itu, Koko juga tidak terlepas pengaruh dari para gitaris musik rock yang khas. Dalam lapisan berikutnya, Sordhy dalam beberapa bagian tampil cukup baik. Dia cukup ketat dalam memainkan akor dan improvisasinya. Komposisi yang dengan apik digarap yaitu ‘Parikan’ lebih menjadi semacam tour de force bagi kelompok ini.

Barangkali yang menjadi harapan terutama bagi para pecinta musik jazz di Indonesia album ini dapat menumbuhkan kegairahan ataupun semangat yang baru kembali untuk terus berkarya baik bagi Koko sendiri maupun untuk para pemain musik jazz Indonesia yang lainnya dalam kondisi Indonesia yang sedang carut marut ini. Kalau dari keyakinan penulis sendiri, Koko sebenarnya bisa tampil lebih serius lagi dalam menggeluti musik jazz apalagi bisa ditambahkan sebagian unsur-unsur kekayaan tradisi seni musik nasional ataupun ide-ide yang menarik lainnya. Dalam album ‘Mainan’ ini seolah-olah Koko tampil masih belum maksimal. Meskipun masih ada sesuatu yang menjadi hambatan, yaitu dominasi pasar.(wartajazz.com)

Untuk mentranslate bahasa

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.