Seorang kawan menelpon redaksi kami. Dia mengucapkan selamat atas berdirinya wadah Malang Jazz Forum (MJF). Usai mengucapkan selamat dan berbagai harapan muncul dari suara di balik handphone itu. Dia menyampaikan sedikit kritik dan telisik, agar hati-hati jangan sampai terjebak euphoria atau sambutan yang berlebihan.
Kenapa dia mengingatkan, karena pengalaman wadah-wadah serupa sebelumnya, ketika euphoria berlebihan itu muncul, yang terjadi justru kealpaan dan kelupaan yang berlebihan pula. Kalau wadah itu dibangun dan dibentuk dengan semangat kebersamaan, dengan motivasi membuang jauh hal-hal yang cenderung klaim dan keinginan untuk ‘menguasai’.
Dengan suara agak serak, sang kawan memberi motivasi. Bahwa membangun sebuah kebersamaan itu memang susah. Karena keinginan masing-masing orang berbeda. Sementara, mengedepankan inisiatif dan dedikasi kadang sulit. Karena butuh pengorbanan.
Sang kawan mengingatkan, bahwa filosofi pertemuan, anggap saja wadah ini terbentuk berawal dari pertemuan. Tapi karena pertemuan pula kadang yang muncul dibicarakan adalah hal-hal yang nyerempet ‘perpisahan’.
Sebuah simbol harapannya menjadikan inspirasi dan gambaran tentang makna sebuah wadah. Harapannya, simbol itu menjadi pemersatu sekaligus ikon kebanggaan dan inspirasi semua yang berkomitmen di forum.
Sang kawan juga mengingatkan, ketika kita makin dekat, makin tahu kelemahan dan kekurangannya. Sebaliknya, ‘yang jauh’ kayaknya yang muncul hanya sesuatu yang baik melulu dan dibanggakan.
Sang kawan lantas mulai mengingatkan sesuatu yang kongkrit dan detail terkait MJF. Yang satu ini tentang simbol. Sebuah simbol harapannya menjadikan inspirasi dan gambaran tentang makna sebuah wadah. Harapannya, simbol itu menjadi pemersatu sekaligus ikon kebanggaan dan inspirasi semua yang berkomitmen di forum. Seperti layaknya kita membanggakan simbol Merah Putih sebagai pemersatu dan memupuk rasa Nasionalisme. Lantas apa simbol ‘pemersatu’ buat kita ? jawabnya adalah Dedikasi.
Diwujudkan dalam simbol apa Dedikasi itu ? wujudnya macem-macem, mulai dari semangat, boleh kebersamaan, bisa saja konsistensi, bisa juga eksistensi. Lalu simbol fisiknya seperti apa ? bisa logo, bisa warna, bisa tagline, dapat juga kaos dan atribut lainnya.
Lalu bagaimana forum ini merasa satu hati, satu rasa, satu jiwa tidak sekedar menyepakati sebuah simbol fisik itu, tapi sampai memaknai simbol itu. Umumnya, ketika muncul ide dari seseorang dari anggota sebuah forum muncul, yang lain belum tentu juga setuju. Sebaliknya, bila forum mempersilahkan siapapun untuk berinisiatif, justru saling menunggu.
Kita sepakat untuk legowo dan mencari solusi soal yang sederhana tapi krusial ini. Kami coba usulkan, bagaimana bila simbol-simbol itu menjadi bagian terpenting sebuah forum ini, tidak hanya mencari sebuah arti dalam simbol itu sendiri, tapi juga menjadi komitmen, kesepakatan bersama semua anggota forum.
Kongkrit saja, tegas rekan disebelahku yang tak sengaja mendengarkan diskusi kami. “Gelar saja lomba atau kompetisi bikin simbol. Selain untuk lebih memasyarakatkan forum ini, juga menggali kreatifitas seperti menjadi komitmen forum ini yakni menyatukan rasa dan karya. Pemenangya dipilih berdasar suara terbanyak, atau ahli filosofi apakah simbol itu benar-benar memaknai sebuah eksistensi forum tersebut,”tegasnya.
Semoga bermanfaat, dan terus semangat.
permisi mau tanya, siapakah anda yang menulis tulisan di atas……??????
penasaran ingin tahu n ngobrol banyak tentang hal tersebut di atas…..
tx
gmana, perlu diobrolin serius sepertinya……
any comment mjf?????????