Gelaran JazzyLacious benar-benar luar biasa. Kegiatan yang digelar mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Jurusan Komunikasi Massa Unibraw tahun 2005 ini kendati digelar dicuaca panas terik di samping utara Samantha Krida Unibraw, tapi tidak melemahkan animo pecinta Jazz untukterus menikmati alunan musik jazz yang dibawakan paramuda Malang ini.
Bahkan tepat didepan panggung utama, berdiri tenda Malang Jazz Forum (MJF). Disana para MJf-ersbisa membeli soeuvenir MJF seperti kaos yang cukup unik bertuliskan Ini Kaos Bukan Jazz, cukup menggelitik tulisan itu. Belum lagi, para pecinta jazz yang belum mendaftar sebagai anggota MJF, bisa daftar langsung disana. Masih dari tenda MJF, bisa nonton beberapa klip musisi jazz domestik dan mancanegara.
Di tenda MJF juga hadir Jazz Mading, berisi beberapa profil musisi jazz malang, sekaligus disana kita berdiskusi tentang perkembangan jazz malang. Acara makin semarak, hadir para juri dari musisi dan pengamat jazz malang seperti Om Ping dari Farbig, Om Helmi dari Traffic dan DJ Oko Music Director Citra Malang 87.9 FM. Para juri memberikan apresiasi kepada para musisi muda yang tampil dalam Campus Jazz Competition.
Aji Tim Humas MJF mengatakan bahwa kegiatan ini cukup luar biasa. Utamanya dalam memberikan apresiasi sekaligus memperkenalkan jazz kepada semua kalangan. “Selama ini jazz dianggap milik kelompok elit. Padahal tidak, sebenarnya jazz ini musik universal, dimana semua yang terlibat mampu melakukan improvisasi tapi tetap enak didengar,”katanya.
Selain itu, kata Aji, berharap agar jazz makin bisa diterima dengan semua kalangan, ini tentunya untuk menciptakan sebuah komunitas besar untuk membentuk Jazz People. Gelaran JazzyLAcious ini merupakan awal memupuk rasa dan karya itu, bahkan bisa disebut sebagai miniatur Jazz People, dimana aktifitas banyak digelar disana dengan tetap memberikan dan menciptakan sebuah atmosfir jazz yang luar biasa. Ada yang makan sambil nikmati alunan jazz meski siang terik, ada yang asyik romantis tapi tetap konsen dengan tembang Selalu Denganmu milik Tompi yang dinyanyikan sebuah band kampus peserta kompetisi. Sangjuripun juga terlibat diskusi untuk siap memberikan masukan demi kemajuan peserta. Semoga miniatur Jazz People ini bisa tergelar di sudut-sudut Kota Malang.


