Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Arsip untuk Mei 28th, 2008

Category: Music
Genre: Jazz
Artist: BENNY LIKUMAHUA, BUBI CHEN, SYAHARANI

BENNY LIKUMAHUA, BUBI CHEN, SYAHARANI – WONDERFUL WORLD

Para musisi seperti Bubi Chen, Oele Pattiselano, Benny Likumahua adalah beberapa nama yang cukup berjasa dalam perkembangan musik jazz di Indonesia. Kiprah mereka di musik jazz sudah dikenal sejak era 70-an sampai sekarang.

Sangaji Musik yang dimotori oleh Sandy mencoba mengangkat kembali tokoh-tokoh jazz masa lalu untuk diabadikan dalam bentuk perangkat kaset dan compact disc (CD) yang diberi judul Wonderful World. “Tak ada kata lain selain mendedikasikan dan mengabadikan tokoh jazz Indonesia agar bisa menjadi koleksi sepanjang masa,” ujar Sandy yang bertindak sebagai eksekutif yang telah memproduksi sejumlah karya jazz Indonesia.

Terdapat 10 lagu yang berhasil dirangkum dalam Wonderful World Lagu-lagu tersebut sebagian besar merupakan hasil aransemen Benny Likumahua dan beberapa diantaranya oleh Bubi Chen. Pendukung musiknya adalah : Bubi Chen (Piano), Benny Likumahua (Trombone, Bass), Trisno (Tenor Saxophone), Oele Pattiselano (Guitar), Cendi Luntungan (Drums, Percussions) dan Syaharani (Vocalist).

Lagu-lagu yang dikemas dalam corak jazz standar tersebut memang bukan lagu asing di telinga para pecinta musik. Selain instrumental, beberapa diantaranya adalah Killing Me Softly, Crazy, What A Wonderful World dibawakan oleh Syaharani.

Killing Me Softly yang bercorak jazz kontemporer hasil aransemen Benny Likumahua dibawakan Syaharani lewat penjiwaan yang cukup baik. Hal itu tidak lepas dari pengalaman nyanyinya di panggung-panggung cafe. Terbentuknya karakter vokal melalui pengalaman serta lingkungan di tengah para musisi jazz, menjadi pilihan Benny dan Sandy sang produser untuk melibatkan Rani dalam Wonderful World.

“Cukup sulit mencari penyanyi jazz dalam kondisi sekarang, namun karena saya melihat Rani memiliki ‘swing feel’ yang baik, saya libatkan dia disini,” demikian penuturan Benny Likumahua. Tampak pula penjiwaan Rani pada lagu What A Wonderful World. Lagu yang pernah populer di masa lalu itu mengalir manis.

Berbicara musik jazz tidak lepas dari penggarapan instrumental. Seperti dalam lagu Unforgettable yang dimainkan secara apik oleh Bubi – Benny Cs. Kepiawaian mereka dalam memainkan lagu pilihan seperti ‘Moliendo Cafe’ dengan irama latin jazz, yang telah dikenal di Indonesia sebagai Kopi Dangdut itu mengundang decak kagum. Kita juga tidak boleh mengenyampingkan kehadiran Cendi Luntungan yang besar di lingkungan musisi senior. Lewat permainan drum serta perkusinya, ia cukup bisa berbicara banyak di kalangan musisi jazz. Seperti juga Trisno lewat Tenor Saxophone-nya.

Dengan menggunakan sistem live recording, sangat memungkinkan bagi mereka untuk melontarkan dialog-dialog lewat permainan musiknya. Dialog emosional inilah yang sangat dibutuhkan di musik jazz. Wonderful World memang bertujuan untuk mengabadikan musisi jazz lewat karya yang dibawakannya. Agar keberadaan mereka tetap tercermin dan dapat dinikmati oleh pecinta musik. Sebuah peluang bagus di tengah arus industri musik yang beraneka ragam seperti sekarang ini.Wonderful World memang pantas dimiliki sekaligus menjadi koleksi sepanjang masa.

Untuk mentranslate bahasa

Dalam wilayah art,musik khususnya pada wilayah seni pertunjukan dan dunia kemultimediaan,merupakan kesemestaan yang paling dinamis serta bisa berinteraksi dengan media manapun sehingga terkesan tidak ada sekat ( menembus batas). Hal ini bisa dilihat pada beberapa cuplikan video perform dari Singgih Sanjaya Orchestra dengan LKO Light Kronchong Orchestra,…

Mereka memainkan beberapa komposisi Jazz dengan digawangi dengan tebalan Musik Kroncong,Dari komposisi itu kita bisa melihat bahwa kedinamisan wilayah musik sangat luar biasa..!! dan juga komposisi JAZZ mainstrim menjadi ilustrasi Film Animasi (walaupun masih menggunakan karya JAZZ luar) lokal AREMA oleh komunitas Animasi MALANG ini sangat menarik…!!! karena pada media interaksi musik jazz ini bahwa jazz terterima secara interaktif dengan titik utamanya akan sangat efektif…

Dan temen-temen komunitas ANIMASI ini berharap ada banyak karya JAZZ lokal Malang untuk bisa berkolaborasi dengan temen-temen ANIMASI ini,anda bisa bayangkan jika dari beberapa potensi ini disatukan dan kemudian menjadi Character Building Bangsa dimana spirit ini untuk menjawab kisis Indentitas bangsa ini…..!!

silahkan download Video perform:

1.Logic And Inspiration >>>>Singgih Sanjaya

2.ALL OF ME >>>>>> SINGGIH SANJAYA

FILM ANIMASI KARYA KERA_KERA NGALAM

* Kendedes love AREMA (menyusul masih di convert)

Untuk mentranslate bahasa

A picture is worth a thousand words. Sebuah gambar setara dengan ribuan kata.

Terima kasih buat seluruh MJF-ers atas keikhlasannya untuk terus memasyarakatkan jazz di Malang. Terima kasih pula kepada dedikasi mereka yang menyempatkan pikirannya membuat dan mengusulkan logo buat Malang Jazz Forum. Menurut wikipedia, Logo merupakan suatu bentuk gambar atau sekedar sketsa dengan arti tertentu, dan mewakili suatu arti dari perusahaan, daerah, perkumpulan, produk, negara, dan hal-hal lainnya yang dianggap membutuhkan hal yang singkat dan mudah diingat sebagai ganti dari nama sebenarnya.

Karena itu, mari kita pikirkan bersama bagaimana agar logo ini cepat eksis dan dapat diterima semua ‘warga’ MJF. Karena itu butuh masukan-masukan, saran agar logo ini lebih memasyarakat. Sebab dengan logo itu, kita memiliki ‘tambahan’ amunisi untuk tetap semangat, bersatu padu, bergotong royong, bergandengan tangan untuk kemajuan jazz di Malang.

Sejarah Logo

Untuk menambah wawasan kita, sedikit kita kupas tentang filosofi sebuah logo. Ada istilah kuno di Tiongkok, bahwa Sebuah gambar setara dengan ribuan kata. Ada pula yang bilang pribahasa itu dicetuskan Napoleon Bonaparte di Prancis dengan ucapannya “Un bon croquis vaut mieux qu’un long discours” atau “A good sketch is better than a long speech.” Lebih kurang maknanya sama. Kedua tokoh itu memiliki kesamaan. Sama-sama hidup di jaman dulu dengan muara opini setara. Siapa pun yang mengucapkannya pertama kali tidaklah terlalu penting. Yang jelas adalah pribahasa itu mengalami penguatan dan pengukuhan makna di era informasi ini.

Gambar, simbol, logo, emblem, trademark dan sejenisnya mengalami metamorfosa yang sangat panjang. Corporate dan society identity ini telah dimulai sejak jaman Yunani pada abad XIII. Identitas ini muncul dipicu oleh eksistensi para traders dan merchants. Hal ini terjadi karena ada fakta pembeli tidak dapat melakukan repeat order atas produk berkualitas yang dibeli dari trader tertentu karena kesamaan produk generik. Karenanya, muncullah ide memberikan simbol atau logo agar produk dimaksud bisa lebih bergulir mengikuti deret ukur. Ratusan tahun kemudian, tindakan memperkenalkan identitas ini menjadi semakin kuat dilakukan oleh korporasi lintas sektoral. Tindakan ini bahkan menjadi concern utama corporate untuk semakin berjaya.

Kata Motivator

Menurut motivator asal Malang, Andriewongso , konklusinya dari logo dan simbol menjadi menu utama yang harus diberi atensi dan konsentrasi tinggi ketika mengkreasikan dan menggunakannya. Logo dan simbol yang tepat akan menciptakan komunikasi positif, konstruktif, empatik dan simpatik dengan shareholder dan stakeholder yang ada di lingkungan masyarakatnya. Sebaliknya, korporasi dan organisasi yang tidak memerhatikan unsur psiko-geografis dan kultur masyarakat akan mengalami proses layu sebelum berkembang. Karenanya, mari kita merenungkan filosofi logo atau simbol masing-masing. Semoga sesuai dengan nilai-nilai intrinsik di atas.

Ayo masukan MJF-ers sangat penting. Kemudian kita pikirkan bersama konsep launching logo kita….

Untuk mentranslate bahasa

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.