Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Arsip untuk November, 2008

* Catatan DJ Oko Tim Media MJF dari Dji Sam Soe JakJazz 2008 ’A Whole Lotta Jazz’ (2)

jakjazz2008Gelaran Jak Jazz 2008 benar-benar meriah. Delapan panggung pada festival tahun ini benar-benar membuat para jazz lovers bingung untuk memilih menonton penampilan para musisi favorit mereka pada hari ke-dua ini. Bermain pada waktu bersamaan, Indra Lesmana Reborn, Daniel Sahuleka, dan Barry Likumahuwa Project merupakan salah satu penampilan yang ditunggu-tunggu di festival JakJazz tahun ini.
Benar saja, tiga panggung di JakJazz festival ini sudah dipadati ratusan para jazz lovers. Salah satu yang ditunggu-tunggu adalah Indra Lesmana Reborn, area Dji Sam Soe Concert hall sudah dipenuhi para jazz lovers untuk menikmati alunan musik yang mereka bawakan. Pada JakJazz Festival tahun ini, Indra membawa para penyanyi muda dewasa untuk mengiringi beberapa lagu, dan seperti biasa permainan yang penuh dengan improvisasi dan spontanitas mereka suguhkan dengan sangat menarik.
Simak juga panggung Skyline Terrace yang menampilkan Daniel Sahuleka melakukan solo hanya dengan menggunakan gitar akustik. Suara khas penyanyi asal Indonesia yang menetap di Belanda ini menghangatkan para jazz lovers yang bernostalgia dengan lagu-lagu yang ia bawakan. Lalu di panggung Amphitheatre Barry Likumahuwa project memukau para jazz lovers yang menyaksikan secara langsung. Permainan bass yang piawai oleh Barry benar-benar luar biasa, terlebih lagi pada beberapa lagu ia berkolaborasi dengan sang ayah, Benny Likumahuwa.
Menjelang tengah malam, tidak habis-habisnya jazz lovers dimanjakan oleh penampilan musisi lokal dan Internasional. Masih ada musisi jazz kawakan Ireng Maulana yang mengajak penyanyi muda dewasa berbakat Afgan dan Andien. Lalu ada grup asal Amerika Open Hands Project, Penyanyi popular Andre Hehanusa, DJ Shuya dan masih ada beberapa lagi musisi yang akan menghibur malam minggu anda.
Bersiaplah untuk hari terakhir pergelaran dari festival jazz bertaraf internasional yang dibanjiri oleh musisi lokal dan internasional pada Minggu 30 Nopember 2008, akan ada penampilan Andre Crouch, The Yellowjackets yang akan berkolaborasi dengan Tohpati, Syahrani and The Queenfireworks, Roland Van Straaten, Kiboud Maulana & Friends dan masih banyak lagi. Khususnya yang tidak boleh dilewatkan adalah penampilan dari kolaborasi 10 musisi jazz Indonesia dalam rangka merayakan 10 tahun edisi festival JakJazz di Indonesia. (**)

Untuk mentranslate bahasa

* Catatan DJ Oko Tim Media MJF dari Dji Sam Soe JakJazz 2008 ’A Whole Lotta Jazz’ (1)

Pada hari pertama JakJazz Jumat 29 Nopember 2008, ratusan musisi jazz nasional dan internasional telah meramaikan delapan panggung megah yang tersebar di area indoor dan outdoor Istora Senayan – Jakarta; seperti Ray Harris & The Fusion Experience dari Inggris dan Kyoto Jazz Massive dari Jepang. Dari daftar musisi nasional, ada Idang Rasjidi & The New Generation, Oele Pattiselanno Trio feat. Dira & Chika Asamoto (kolaborasi Indonesia dengan Jepang) Devian feat. Dina Mariana, dan masih banyak yang lainnya.
Di hari kedua, JakJazz kembali dihujani karya-karya terbaik para musisi yang terlibat di dalamnya. Sebut saja Daniel Sahuleka (Belanda), DJ Shuya (Jepang), Indra Lesmana Reborn, Barry Likumahuwa Project feat. Benny Likumahuwa & Utha Likumahuwa, dan yang pasti special show dari Open Hands Project: Abraham Laboriel (AS).
JakJazz dibuka sekitar pukul 17.00 dengan menampilkan beberapa band jazz berbakat di Orion Stage, Community Stage, dan Welcome Stage. Mereka cukup apik membawakan beberapa komposisi jazz dengan menawarkan harmonisasi segar seperti The Doctor Band, Zinnia, La Belle,
Di area Jazz on Green, jazz lovers nampak terpukau oleh permainan trio gitar Agam Hamzah Accoustic Connection. Dilatarbelakangi dengan pelangi yang turun pasca hujan, trio gitaris akustik dan satu basis ini bermain sangat cantik. Dentingan senar gitar dan luwesnya jari mereka membuat kagum jazz lovers yang menikmati alunan gitar mereka. Agam juga menghadirkan penyanyi blues asal London, Sue Bennington, untuk berkolaborasi dengan membawakan lagu-lagu blues, yang perlahan membuat area Jazz on Green mengundang para jazz lovers untuk mampir dan melihat penampilan mereka.
Menyambut malam hari, festival ini terasa semakin meriah dengan penampilan dari musisi jazz yang sudah berpengalaman di panggung jazz. Salah satunya adalah penampilan dari Iga Mawarni yang menarik para jazz lovers untuk meramaikan area Amphitheatre, walaupun area tersebut dipenuhi dengan genangan air pasca hujan. Iga yang merupakan salah satu musisi senior jazz Indonesia menghibur ratusan jazz lovers dengan membawakan tujuh lagu. Performa atraktif juga ditampilkan oleh Boi Akih feat. Mieke Del Ferro (Belanda) yang membawakan lagu-lagu dengan bahasa Harukunese. Walaupun menggunakan bahasa yang kurang dimengerti oleh berhasil jazz lovers, sang vokalis yang mempunyai nama lengkap Monika Akihary ini memikat para jazz lovers di concert hall dengan suaranya yang khas.
in halnya di panggung skyline terrace. Permainan keyboard Ray Harris kembali memanjakan jazz lovers yang berada di area tersebut dengan beat dan rhytm yang kompleks namun masih ramah di telinga. Gayanya yang khas dan penuh improvisasi membuat para jazz lovers ikut bergoyang mengiringi alunan musik yang mereka mainkan. (**)

Untuk mentranslate bahasa

Siapa bilang musik jazz hanya bisa dinikmati kaum menengah dan elite. Anggapan jazz sebagai milik kalangan atas itu yang hendak dikikis Malang Jazz Forum (MJF). Untuk mereduksi anggapan tersebut, kemarin malam MJF menggelar konser bertajuk One Day with Jazz di tepi jalan depan sebuah kafe lesehan Jalan Soekarno-Hatta.

Dalam even itu, ratusan pemusik dan pecinta jazz -mulai pelajar SMA, mahasiswa, hingga yang tua- berkumpul. Mereka tampak gayeng saat menikmati suguhan jazz dari sejumlah grup seperti Abigail  Rhythm, Farbig, Bukit Berbunga, Andro Jeans, Black Jack dan Plus One. Personel band-band itu satu per satu menampilkan lagu-lagunya, baik yang bersyair maupun tanpa syair. Beberapa pemain jazz pemula juga diberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya bersama musikus jazz senior.

Pecinta jazz terlihat menikmati jazz sambil lesehan dan ditemani secangkir kopi atau minuman lainnya. Suasana itu menunjukkan bahwa musik jazz yang biasanya ditampilkan di tempat-tempat elite kini dimainkan  di tempat ramai dengan penonton semua lapisan.

“Even ini sengaja dikemas santai karena acaranya untuk kumpul-kumpul dan melepaskan kerinduan sesama pecinta jazz. Bahkan ada yang ingin belajar jazz dari MJF,” ujar salah satu panitia, Wina.

Melalui acara ini, diharapkan semakin banyak pecinta jazz di Malang. Diharapkan pula, di Malang tumbuh subur band-band jazz baru sehingga perkembangannya tidak kalah dengan kota lain di Indonesia.

Sebenarnya, pecinta jazz punya waktu berkumpul. Sebab, dalam seminggu, ada dua even rutin live performance jazz di Malang. Yakni di De Liv Cafe dan Hotel Santika. Namun, karena pertemuan di lokasi itu dianggap terlalu eksklusif, anggapan bahwa jazz hanya dinikmati kaum elite tetap terpelihara.

Dari situlah, MJF ingin menggelar konser yang berbeda. MJF sengaja tampil di luar kafe atau hotel. Misalnya, manggung di tepi jalan seperti di Jalan Soekarno-Hatta itu. MJF juga berencana main di sekolah dan kampus. “Jazz itu universal, bisa dinikmati siapa pun dan di mana pun. Karena itu, kami ingin jazz bisa ditampilkan di mana saja. Bukan hanya kafe dan hotel,” ucap Wina. ( Radar Malang-Jawa Pos)

Untuk mentranslate bahasa

One Day With Jazz : Jazz dari Tukang Ojek

Suasana Café Aquinos di Jalan Sukarno Hatta Rabu malam (26/11) lalu amat semarak. Sebuah pergelaran yang menyatukan para pencinta dan sederetan musisi Jazz dilangsungkan. Para musisi yang tergabung dalam Malang Jazz Forum (MJF) menghipnotis ratusan pengunjung Café tersebut.
Melalui MJF, musik Jazz benar-benar mampu ber-reinkarnasi sebagai musik milik semua kalangan. Di Cafe Aquinos, musik Jazz bermutu mengalir dari musisi-musisi berbagai jenis profesi harian. Sebut saja Habib Alwi sebagai pemilik Café Aquinos, sampai Heri pembetot bass Blackjack yang sehari-hari menjadi tukang ojek di Turen.
Namun jangan salah, lewat keandalan tangan Heri, Black Jack mampu menyuguhkan musik bermutu yang bercitarasa tinggi. Simak saja nomor cantik karya grup asal Turen itu, judulnya Little Bubb’in. Musik kaya interpretasi tersebut mengalir menyejukkan para penikmat Jazz di pergelaran MJF.
Berturut-turut, trio Black Jack, Yuda pada Drum, Heri pada Bass dan Nur pada gitar meracik musik berkelas itu. Lagu bertajuk Spain dari Al Jearo membuktikan kapasitas bermusik Jazz dari trio asal Turen tersebut. penonton pun dibuat terkesima dengan suguhan Jazz ala Black Jack.
Suasana makin hangat saat Abigail Rhythm yang digawangi Andika (Keyboard), Dedy (Drum) dan Berry (Bass) membawakan aransemen garapan mereka sendiri. Performa Andika lebih menonjol lewat kemampuan improvisasinya. Maklum saja, Andika adalah siswa salah satu sekolah Musik di Yogjakarta.
“Dari seluruh musisi yang tampil, Abigail memang sering tampil di hotel-hotel, Santika serta Café De Liv,” uajr Wina Humas MJF sekaligus penyanyi Jazz kelompok Far Big.
Menurut Wina, MJF ini beranggotakan 170 orang dari berbagai kota dan berbagai kalangan. Kata dia, Jazz adalah musik semua orang, tanpa mengenal kelas dan umur. Pantas saja, selain didatangi musisi sepuh sekelas om Atim (56 tahun) pemain Saxophone. Acara itu juga dihadiri musisi Biola muda seperti Fania dai Univ Machung.
Kolaborasi lintas umur itu, terdiri dari Om Atim, Fania, Om Ping (Bass) Dedy (Drum), Andika (Keyboard) dan Felani pada vokal mampu membawa penonton rilek menikmati lagu Around The World. Perhetalan tersebut berakhir manis, lewat tembang Sempurna karya Andra and The Backbone secara Jazz oleh Wina.(ary) (bagus ary/malang post)

Untuk mentranslate bahasa

Ayo Kumpul, One Day with Jazz

Harapan untuk kumpul lagi para pecinta jazz akhirnya jadi juga. Malang Jazz Forum (MJF) akan menggelar kegiatan kumpul, berkreasi dan berinteraksi antar penikmat dan pelaku untuk mengungkapkan ekspresinya. Luamayan, setiap satu bulan sekali kita ngumpul, nimbrung, berkreasi, jam sesion silahkan.

logo-malang-jazz-forumTajuk acaranya One Day with Jazz. Pertemuan perdananya akan digelar Rabu, 26 Nopember 2008 pukul 19.00-24.00. Mau tahu tempatnya, asyik di The aquanos-Cafe and Pujasera Jalan Soekarno Hatta. Gampangkan carinya. Disana nanti kita rutin bertemu, untuk rangkaian acaranya, yang jelas makin banyak yang datang, makin banyak yang akan dibicarakan, makin banyak pula yang akan tampil berjazz ria. Untuk lengkap informasinya bisa kontak saudari Wina, masih di 08179606944. Ayo Kumpul, One Day with Jazz.

Untuk mentranslate bahasa

Menunggu Kumpul MJF

Bila tidak ada halangan, para pecinta jazz di Malang, tidak hanya yang tergabung dalam Malang Jazz Forum (MJF), tapi pecinta jazz akan mengintenskan kembali pertemuan, tidak sekedar menikmati musik jazz, tapi juga berbincang ringan seputar jazz di Malang.

Intensitas untuk berteemu, tentu penting untuk membangun silaturahmi, sekaligus membangun saran dan masukan bagi semua pecinta jazz di Malang, agar kedepan ada semacam rutinitas, dan kesatuan dalam event, gerak dan nafas untuk jazz di Malang.

Bila tidak ada aral melintang, pertemuan untuk tahap awal rutin akan digelar setiap minggu kedua  dalam setiap bulannya di sebuah ‘warung’ santai di kawasan Soekarno Hatta. Selain pertemuan juga bisa kita lakukan dimana ada event gelaran jazz berlangsung. Sementara kita belum sebutkan lokasi tepatnya, maklum biar penasaran. Pertemuan itu diharapkan terbangun kebersamaan, saling memberi saran dan masukan. Yang pasti, jam session wajib digelar. Nanti, gantian secara ikhlas, bila rekan-rekan yang memiliki bakat jazz untuk tampil, baik grup, kemampuan pribadi, atau campuran. Yang penting kompak dan ramai.

Karena itu, agar kemasannya tidak melulu musik, bisa diberikan masukan dan saran kemasannya. Terpenting MJF eksis, eksis tidak sekedar menambah jumlah anggota, tapi kualitas pertemuan. Menggagas event bersama, mau bikin buku, atau mau memperbaiki blog ini, atau ada launching album, sampai mungkin klinik. Masukan kalian tentu berharga. Jangan lupa tunggu kabar berikutnya.

Untuk mentranslate bahasa

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.