Siapa bilang musik jazz hanya bisa dinikmati kaum menengah dan elite. Anggapan jazz sebagai milik kalangan atas itu yang hendak dikikis Malang Jazz Forum (MJF). Untuk mereduksi anggapan tersebut, kemarin malam MJF menggelar konser bertajuk One Day with Jazz di tepi jalan depan sebuah kafe lesehan Jalan Soekarno-Hatta.
Dalam even itu, ratusan pemusik dan pecinta jazz -mulai pelajar SMA, mahasiswa, hingga yang tua- berkumpul. Mereka tampak gayeng saat menikmati suguhan jazz dari sejumlah grup seperti Abigail Rhythm, Farbig, Bukit Berbunga, Andro Jeans, Black Jack dan Plus One. Personel band-band itu satu per satu menampilkan lagu-lagunya, baik yang bersyair maupun tanpa syair. Beberapa pemain jazz pemula juga diberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya bersama musikus jazz senior.
Pecinta jazz terlihat menikmati jazz sambil lesehan dan ditemani secangkir kopi atau minuman lainnya. Suasana itu menunjukkan bahwa musik jazz yang biasanya ditampilkan di tempat-tempat elite kini dimainkan di tempat ramai dengan penonton semua lapisan.
“Even ini sengaja dikemas santai karena acaranya untuk kumpul-kumpul dan melepaskan kerinduan sesama pecinta jazz. Bahkan ada yang ingin belajar jazz dari MJF,” ujar salah satu panitia, Wina.
Melalui acara ini, diharapkan semakin banyak pecinta jazz di Malang. Diharapkan pula, di Malang tumbuh subur band-band jazz baru sehingga perkembangannya tidak kalah dengan kota lain di Indonesia.
Sebenarnya, pecinta jazz punya waktu berkumpul. Sebab, dalam seminggu, ada dua even rutin live performance jazz di Malang. Yakni di De Liv Cafe dan Hotel Santika. Namun, karena pertemuan di lokasi itu dianggap terlalu eksklusif, anggapan bahwa jazz hanya dinikmati kaum elite tetap terpelihara.
Dari situlah, MJF ingin menggelar konser yang berbeda. MJF sengaja tampil di luar kafe atau hotel. Misalnya, manggung di tepi jalan seperti di Jalan Soekarno-Hatta itu. MJF juga berencana main di sekolah dan kampus. “Jazz itu universal, bisa dinikmati siapa pun dan di mana pun. Karena itu, kami ingin jazz bisa ditampilkan di mana saja. Bukan hanya kafe dan hotel,” ucap Wina. ( Radar Malang-Jawa Pos)


![~encounter~[phase~one~] ~encounter~[phase~one~]](http://static.flickr.com/8404/8752005462_3d1d0da72f_t.jpg)
minta foto-foto nya dunk !!!
q bisa dikirimi gak ?
saking membludaknya sampe ga kebagian tempat buat duduk!! ngemper dulu aaah…
wheleh..welehh..
sejak kapan androginn tumpengan ganti nama jadi ANDRO JEANS?hahhaaa,,
boleh tu besok2 androginn sekalian dagang jeans biar ga cuma dikenal sbg anak band aja..tp juga sbg tukang jeans..hohooo
hee..hee… tapi kan puas Zink…….
Bulan depan kia buat lagi OK….., dengan persiapan yang lebih matang dan menarik. Mungkin stage nya nanti di bawah dan melingkar, gimana asik kan…..
Kita yakin lambat laun jazz akan membumi di kota malang
Sambil nunggu komentar dari temen2 yang lain….
Tetap semangat…!!!!
Jazz is a felling….
more than anything else…
It is not a music…
it is language…
by enos payne
“jazz” adalah sebuah alat untuk berekspresi dan menyampaikan sebuah harapan dan perasaan….
tapi “jazz” adalah sebuah bahasa yang dapat memberikan ruang bagi seseorang untuk menyampaikan sesuatu maksud…..”
kalau kita memposisikan diri kita sebagai seorang musisi, apakah yang harus di lakukan…???
Temans…….silahkan membuat pencerahan
Tetap semangat….!!!