Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Arsip untuk ‘resensi’ Kategori

Koko Siap Terima ‘Tantangan’ MJF

Usai gelaran Gathering 1 MJF (Malang Jazz Forum) pada 14 Juni lalu. Sebuah email singkat masuk di email malangjazzforum@yahoo.co.id Email itu menjawab ajakan tim media MJF kepada seseorang yang mendedikasikan dirinya untuk mengembangkan jazz. Berikut jawaban singkat email itu : ” sy siap bantu utk MJF(tampil,discuss,workshop etc) sekali lagi selamat bwt MJF dan maju terus jazz.trims,”. Sebelumnya tim media mendapatkan informasi dari seorang rekan anggota MJF, agar kita mengakses situs gitaris jazz asal Malang ini. Kami lantas hunting, akhirnya cukup mudah kami menemukannya. Kami berusaha mencari kontaknya, ternyata tersedia layanan untuk kirim email kepadanya.

Begitu tim media MJF meminta kesiapan Koko Harsoe datang ke Malang, tim ini langsung meresponnya dengan jawaban” sy siap bantu utk MJF (tampil,discuss,workshop etc) sekali lagi selamat bwt MJF dan maju terus jazz.trims,”.

Tim media akhirnya menuliskan panjang lebar tentang gelaran Gathering 1 MJF yang berlangsung 14 Juni silam dan bercerita tentang berdirinya MJF. Bahkan lebih lengkap, beliaunya kita minta untuk aktif mengakses blog MJF untuk pantau perkembangan dan program MJF. Saat itu tim media MJF menanyakan kepada beliaunya kapan kembali ke Malang, apakah siap untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman dengan para generasi jazz di Malang. Tepat hari Rabu , 17 Juni 2008 pukul 19.45 WIB, masuk sebuah email ke Malangjazzforum. Pengirim email itu bernama Sapto Hastoko. Lebih lengkap dia mengirimkannya dari alamat email kokoguitar2000@yahoo.com. Tentu kalau dengar nama Sapto Hastoko, belum begitu populer, namun bila mendengar nama Koko Harsoe, para MJF-ers pasti tak asing. Koko Harsoe yang kini tinggal di Bali tidak hanya pandai mengemas sebuah aransemen musik jazz, tapi Koko Harsoe juga memiliki tim yang luar biasa dalam mengemas sebuah publikasi. Seperti keberadaan Koko Harsoe Music Online Team. Bagaimana tim ini mengelola situs http://www.kokoharsoemusic.com.
Begitu tim media MJF meminta kesiapan Koko Harsoe datang ke Malang, tim ini langsung meresponnya dengan jawaban” sy siap bantu utk MJF (tampil,discuss,workshop etc) sekali lagi selamat bwt MJF dan maju terus jazz.trims,”. Dari jawaban itu, tentunya menjadi semangat semua pihak yang terlibat dalam MJF agar lebih berkembang, tidak hanya melahirkan musisi-musisi berprestasi mendunia, tapi juga event-event, pemberdayaan yang berangkat dari karya dan rasa yang sama yakni jazz. Bagaimana para MJF-ers menerima tantangan Sam Koko ini ? apakah perlu segera mungkin Sam Koko di hadirkan di Bumi Arema ? jawabannya pada kalian semua.

Untuk mentranslate bahasa

Category: Music
Genre: Jazz
Artist: BENNY LIKUMAHUA, BUBI CHEN, SYAHARANI

BENNY LIKUMAHUA, BUBI CHEN, SYAHARANI – WONDERFUL WORLD

Para musisi seperti Bubi Chen, Oele Pattiselano, Benny Likumahua adalah beberapa nama yang cukup berjasa dalam perkembangan musik jazz di Indonesia. Kiprah mereka di musik jazz sudah dikenal sejak era 70-an sampai sekarang.

Sangaji Musik yang dimotori oleh Sandy mencoba mengangkat kembali tokoh-tokoh jazz masa lalu untuk diabadikan dalam bentuk perangkat kaset dan compact disc (CD) yang diberi judul Wonderful World. “Tak ada kata lain selain mendedikasikan dan mengabadikan tokoh jazz Indonesia agar bisa menjadi koleksi sepanjang masa,” ujar Sandy yang bertindak sebagai eksekutif yang telah memproduksi sejumlah karya jazz Indonesia.

Terdapat 10 lagu yang berhasil dirangkum dalam Wonderful World Lagu-lagu tersebut sebagian besar merupakan hasil aransemen Benny Likumahua dan beberapa diantaranya oleh Bubi Chen. Pendukung musiknya adalah : Bubi Chen (Piano), Benny Likumahua (Trombone, Bass), Trisno (Tenor Saxophone), Oele Pattiselano (Guitar), Cendi Luntungan (Drums, Percussions) dan Syaharani (Vocalist).

Lagu-lagu yang dikemas dalam corak jazz standar tersebut memang bukan lagu asing di telinga para pecinta musik. Selain instrumental, beberapa diantaranya adalah Killing Me Softly, Crazy, What A Wonderful World dibawakan oleh Syaharani.

Killing Me Softly yang bercorak jazz kontemporer hasil aransemen Benny Likumahua dibawakan Syaharani lewat penjiwaan yang cukup baik. Hal itu tidak lepas dari pengalaman nyanyinya di panggung-panggung cafe. Terbentuknya karakter vokal melalui pengalaman serta lingkungan di tengah para musisi jazz, menjadi pilihan Benny dan Sandy sang produser untuk melibatkan Rani dalam Wonderful World.

“Cukup sulit mencari penyanyi jazz dalam kondisi sekarang, namun karena saya melihat Rani memiliki ‘swing feel’ yang baik, saya libatkan dia disini,” demikian penuturan Benny Likumahua. Tampak pula penjiwaan Rani pada lagu What A Wonderful World. Lagu yang pernah populer di masa lalu itu mengalir manis.

Berbicara musik jazz tidak lepas dari penggarapan instrumental. Seperti dalam lagu Unforgettable yang dimainkan secara apik oleh Bubi – Benny Cs. Kepiawaian mereka dalam memainkan lagu pilihan seperti ‘Moliendo Cafe’ dengan irama latin jazz, yang telah dikenal di Indonesia sebagai Kopi Dangdut itu mengundang decak kagum. Kita juga tidak boleh mengenyampingkan kehadiran Cendi Luntungan yang besar di lingkungan musisi senior. Lewat permainan drum serta perkusinya, ia cukup bisa berbicara banyak di kalangan musisi jazz. Seperti juga Trisno lewat Tenor Saxophone-nya.

Dengan menggunakan sistem live recording, sangat memungkinkan bagi mereka untuk melontarkan dialog-dialog lewat permainan musiknya. Dialog emosional inilah yang sangat dibutuhkan di musik jazz. Wonderful World memang bertujuan untuk mengabadikan musisi jazz lewat karya yang dibawakannya. Agar keberadaan mereka tetap tercermin dan dapat dinikmati oleh pecinta musik. Sebuah peluang bagus di tengah arus industri musik yang beraneka ragam seperti sekarang ini.Wonderful World memang pantas dimiliki sekaligus menjadi koleksi sepanjang masa.

Untuk mentranslate bahasa

Dalam wilayah art,musik khususnya pada wilayah seni pertunjukan dan dunia kemultimediaan,merupakan kesemestaan yang paling dinamis serta bisa berinteraksi dengan media manapun sehingga terkesan tidak ada sekat ( menembus batas). Hal ini bisa dilihat pada beberapa cuplikan video perform dari Singgih Sanjaya Orchestra dengan LKO Light Kronchong Orchestra,…

Mereka memainkan beberapa komposisi Jazz dengan digawangi dengan tebalan Musik Kroncong,Dari komposisi itu kita bisa melihat bahwa kedinamisan wilayah musik sangat luar biasa..!! dan juga komposisi JAZZ mainstrim menjadi ilustrasi Film Animasi (walaupun masih menggunakan karya JAZZ luar) lokal AREMA oleh komunitas Animasi MALANG ini sangat menarik…!!! karena pada media interaksi musik jazz ini bahwa jazz terterima secara interaktif dengan titik utamanya akan sangat efektif…

Dan temen-temen komunitas ANIMASI ini berharap ada banyak karya JAZZ lokal Malang untuk bisa berkolaborasi dengan temen-temen ANIMASI ini,anda bisa bayangkan jika dari beberapa potensi ini disatukan dan kemudian menjadi Character Building Bangsa dimana spirit ini untuk menjawab kisis Indentitas bangsa ini…..!!

silahkan download Video perform:

1.Logic And Inspiration >>>>Singgih Sanjaya

2.ALL OF ME >>>>>> SINGGIH SANJAYA

FILM ANIMASI KARYA KERA_KERA NGALAM

* Kendedes love AREMA (menyusul masih di convert)

Untuk mentranslate bahasa

All,
Saya sangat senang mendengar di Malang sudah muncul Malang Jazz Forum. Sepertinya kita mengulang atmosfir puluhan tahun yang lalu, ketika masih ada Almarhum Pak Salam dan Pak Salim (twin brother-brass section), Om Azis (brass section) dll yang semuanya itu adalah orang2 yang sangat-sangat concern dengan dunia musik jazz. Dari tangan beliau-beliaulah banyak muncul musisi Malang. Saya sangat menghargai bentukan forum ini….. Bravo
Tapi ada hal yang mungkin tidak boleh di lupakan adalah ketika kita membangun sebuah image/icon/ apapun namanya, hendaknya kita pikirkan bagaimana merawat hasil bentukan tersebut. Misalnya saja di adakan diskusi/kumpul2/ atau apapun bentuknya secara periodik, saling memberikan input, atau buat event kecil-kecil dengan market yang jelas (misalnya kampus, mall, atau kalau mungkin di sebuah cafe di malang…. why not…)
Kita mulai dari hal yg kecil dulu, di ekspose lewat radio atau TV Lokal di Malang secara periodik.
Mungkin sekali waktu kita (forum ini) perlu mengundang mereka (jemput bola) pelaku2 jazz masa lalu seperti Om Azis (brass section), Mbak Ani khusnu (vocal), Didik Kompol (guitar – mungkin sekarang masih di Australia), Mas Dodot (piano di bali), kokok and lolok (guitar and piano – sekarang lagi di bali) dan temen musisi angkatan di bawah mereka, ada mas Tatok (drum), Anis (bass), Kiki (bas) Helmy (bass), Hestu (guitar), mamek (vocal), dll atau musisi2 muda dan group band sekarang yang concern juga di jazz.
Terlebih lagi akan lebih berwarna turut juga di undang para owner cafe di malang. Saya rasa mereka juga penting karena mereka juga pelaku bisnis entertainment selain musisi. Dan mungkin juga para manager hotel di malang.
Terakhir… harapan besar kita semua pecinta jazz adalah jangan sampai pernah ini sebagai ajang untuk saling menonjolkan satu dengan yang lain, tapi justru saling mendukung satu dengan yang lain, agar suasana guyub dan persaudaraan tetap terjaga, karena semua musik di dunia ini adalah ciptaan TUHAN dan kita patut untuk bisa saling menghargai dan menjaga.
Bravo……. untuk Radio Citra Malang, Sampoerna, temen2 “G” Production-EO, temen2 musisi dan penikmat musik jazz.

Terus berkarya….. dan tetap SEMANGAT….

Kontak :
Ping Pradhana
Jln. Besi No 1 – Kavling 7 Malang
Telp : 0341-7031497
0341-402085
0812 331 2262

Regards,
Ping Pradhana

Untuk mentranslate bahasa

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.