Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Arsip untuk ‘sosial’ Kategori

A picture is worth a thousand words. Sebuah gambar setara dengan ribuan kata.

Terima kasih buat seluruh MJF-ers atas keikhlasannya untuk terus memasyarakatkan jazz di Malang. Terima kasih pula kepada dedikasi mereka yang menyempatkan pikirannya membuat dan mengusulkan logo buat Malang Jazz Forum. Menurut wikipedia, Logo merupakan suatu bentuk gambar atau sekedar sketsa dengan arti tertentu, dan mewakili suatu arti dari perusahaan, daerah, perkumpulan, produk, negara, dan hal-hal lainnya yang dianggap membutuhkan hal yang singkat dan mudah diingat sebagai ganti dari nama sebenarnya.

Karena itu, mari kita pikirkan bersama bagaimana agar logo ini cepat eksis dan dapat diterima semua ‘warga’ MJF. Karena itu butuh masukan-masukan, saran agar logo ini lebih memasyarakat. Sebab dengan logo itu, kita memiliki ‘tambahan’ amunisi untuk tetap semangat, bersatu padu, bergotong royong, bergandengan tangan untuk kemajuan jazz di Malang.

Sejarah Logo

Untuk menambah wawasan kita, sedikit kita kupas tentang filosofi sebuah logo. Ada istilah kuno di Tiongkok, bahwa Sebuah gambar setara dengan ribuan kata. Ada pula yang bilang pribahasa itu dicetuskan Napoleon Bonaparte di Prancis dengan ucapannya “Un bon croquis vaut mieux qu’un long discours” atau “A good sketch is better than a long speech.” Lebih kurang maknanya sama. Kedua tokoh itu memiliki kesamaan. Sama-sama hidup di jaman dulu dengan muara opini setara. Siapa pun yang mengucapkannya pertama kali tidaklah terlalu penting. Yang jelas adalah pribahasa itu mengalami penguatan dan pengukuhan makna di era informasi ini.

Gambar, simbol, logo, emblem, trademark dan sejenisnya mengalami metamorfosa yang sangat panjang. Corporate dan society identity ini telah dimulai sejak jaman Yunani pada abad XIII. Identitas ini muncul dipicu oleh eksistensi para traders dan merchants. Hal ini terjadi karena ada fakta pembeli tidak dapat melakukan repeat order atas produk berkualitas yang dibeli dari trader tertentu karena kesamaan produk generik. Karenanya, muncullah ide memberikan simbol atau logo agar produk dimaksud bisa lebih bergulir mengikuti deret ukur. Ratusan tahun kemudian, tindakan memperkenalkan identitas ini menjadi semakin kuat dilakukan oleh korporasi lintas sektoral. Tindakan ini bahkan menjadi concern utama corporate untuk semakin berjaya.

Kata Motivator

Menurut motivator asal Malang, Andriewongso , konklusinya dari logo dan simbol menjadi menu utama yang harus diberi atensi dan konsentrasi tinggi ketika mengkreasikan dan menggunakannya. Logo dan simbol yang tepat akan menciptakan komunikasi positif, konstruktif, empatik dan simpatik dengan shareholder dan stakeholder yang ada di lingkungan masyarakatnya. Sebaliknya, korporasi dan organisasi yang tidak memerhatikan unsur psiko-geografis dan kultur masyarakat akan mengalami proses layu sebelum berkembang. Karenanya, mari kita merenungkan filosofi logo atau simbol masing-masing. Semoga sesuai dengan nilai-nilai intrinsik di atas.

Ayo masukan MJF-ers sangat penting. Kemudian kita pikirkan bersama konsep launching logo kita….

Untuk mentranslate bahasa

Kebersamaan Vs Euphoria

Seorang kawan menelpon redaksi kami. Dia mengucapkan selamat atas berdirinya wadah Malang Jazz Forum (MJF). Usai mengucapkan selamat dan berbagai harapan muncul dari suara di balik handphone itu. Dia menyampaikan sedikit kritik dan telisik, agar hati-hati jangan sampai terjebak euphoria atau sambutan yang berlebihan.

Kenapa dia mengingatkan, karena pengalaman wadah-wadah serupa sebelumnya, ketika euphoria berlebihan itu muncul, yang terjadi justru kealpaan dan kelupaan yang berlebihan pula. Kalau wadah itu dibangun dan dibentuk dengan semangat kebersamaan, dengan motivasi membuang jauh hal-hal yang cenderung klaim dan keinginan untuk ‘menguasai’.

Dengan suara agak serak, sang kawan memberi motivasi. Bahwa membangun sebuah kebersamaan itu memang susah. Karena keinginan masing-masing orang berbeda. Sementara, mengedepankan inisiatif dan dedikasi kadang sulit. Karena butuh pengorbanan.

Sang kawan mengingatkan, bahwa filosofi pertemuan, anggap saja wadah ini terbentuk berawal dari pertemuan. Tapi karena pertemuan pula kadang yang muncul dibicarakan adalah hal-hal yang nyerempet ‘perpisahan’.

Sebuah simbol harapannya menjadikan inspirasi dan gambaran tentang makna sebuah wadah. Harapannya, simbol itu menjadi pemersatu sekaligus ikon kebanggaan dan inspirasi semua yang berkomitmen di forum.

Sang kawan juga mengingatkan, ketika kita makin dekat, makin tahu kelemahan dan kekurangannya. Sebaliknya, ‘yang jauh’ kayaknya yang muncul hanya sesuatu yang baik melulu dan dibanggakan.

Sang kawan lantas mulai mengingatkan sesuatu yang kongkrit dan detail terkait MJF. Yang satu ini tentang simbol. Sebuah simbol harapannya menjadikan inspirasi dan gambaran tentang makna sebuah wadah. Harapannya, simbol itu menjadi pemersatu sekaligus ikon kebanggaan dan inspirasi semua yang berkomitmen di forum. Seperti layaknya kita membanggakan simbol Merah Putih sebagai pemersatu dan memupuk rasa Nasionalisme. Lantas apa simbol ‘pemersatu’ buat kita ? jawabnya adalah Dedikasi.

Diwujudkan dalam simbol apa Dedikasi itu ? wujudnya macem-macem, mulai dari semangat, boleh kebersamaan, bisa saja konsistensi, bisa juga eksistensi. Lalu simbol fisiknya seperti apa ? bisa logo, bisa warna, bisa tagline, dapat juga kaos dan atribut lainnya.

Lalu bagaimana forum ini merasa satu hati, satu rasa, satu jiwa tidak sekedar menyepakati sebuah simbol fisik itu, tapi sampai memaknai simbol itu. Umumnya, ketika muncul ide dari seseorang dari anggota sebuah forum muncul, yang lain belum tentu juga setuju. Sebaliknya, bila forum mempersilahkan siapapun untuk berinisiatif, justru saling menunggu.

Kita sepakat untuk legowo dan mencari solusi soal yang sederhana tapi krusial ini. Kami coba usulkan, bagaimana bila simbol-simbol itu menjadi bagian terpenting sebuah forum ini, tidak hanya mencari sebuah arti dalam simbol itu sendiri, tapi juga menjadi komitmen, kesepakatan bersama semua anggota forum.

Kongkrit saja, tegas rekan disebelahku yang tak sengaja mendengarkan diskusi kami. “Gelar saja lomba atau kompetisi bikin simbol. Selain untuk lebih memasyarakatkan forum ini, juga menggali kreatifitas seperti menjadi komitmen forum ini yakni menyatukan rasa dan karya. Pemenangya dipilih berdasar suara terbanyak, atau ahli filosofi apakah simbol itu benar-benar memaknai sebuah eksistensi forum tersebut,”tegasnya.

Semoga bermanfaat, dan terus semangat.

Untuk mentranslate bahasa

All,
Saya sangat senang mendengar di Malang sudah muncul Malang Jazz Forum. Sepertinya kita mengulang atmosfir puluhan tahun yang lalu, ketika masih ada Almarhum Pak Salam dan Pak Salim (twin brother-brass section), Om Azis (brass section) dll yang semuanya itu adalah orang2 yang sangat-sangat concern dengan dunia musik jazz. Dari tangan beliau-beliaulah banyak muncul musisi Malang. Saya sangat menghargai bentukan forum ini….. Bravo
Tapi ada hal yang mungkin tidak boleh di lupakan adalah ketika kita membangun sebuah image/icon/ apapun namanya, hendaknya kita pikirkan bagaimana merawat hasil bentukan tersebut. Misalnya saja di adakan diskusi/kumpul2/ atau apapun bentuknya secara periodik, saling memberikan input, atau buat event kecil-kecil dengan market yang jelas (misalnya kampus, mall, atau kalau mungkin di sebuah cafe di malang…. why not…)
Kita mulai dari hal yg kecil dulu, di ekspose lewat radio atau TV Lokal di Malang secara periodik.
Mungkin sekali waktu kita (forum ini) perlu mengundang mereka (jemput bola) pelaku2 jazz masa lalu seperti Om Azis (brass section), Mbak Ani khusnu (vocal), Didik Kompol (guitar – mungkin sekarang masih di Australia), Mas Dodot (piano di bali), kokok and lolok (guitar and piano – sekarang lagi di bali) dan temen musisi angkatan di bawah mereka, ada mas Tatok (drum), Anis (bass), Kiki (bas) Helmy (bass), Hestu (guitar), mamek (vocal), dll atau musisi2 muda dan group band sekarang yang concern juga di jazz.
Terlebih lagi akan lebih berwarna turut juga di undang para owner cafe di malang. Saya rasa mereka juga penting karena mereka juga pelaku bisnis entertainment selain musisi. Dan mungkin juga para manager hotel di malang.
Terakhir… harapan besar kita semua pecinta jazz adalah jangan sampai pernah ini sebagai ajang untuk saling menonjolkan satu dengan yang lain, tapi justru saling mendukung satu dengan yang lain, agar suasana guyub dan persaudaraan tetap terjaga, karena semua musik di dunia ini adalah ciptaan TUHAN dan kita patut untuk bisa saling menghargai dan menjaga.
Bravo……. untuk Radio Citra Malang, Sampoerna, temen2 “G” Production-EO, temen2 musisi dan penikmat musik jazz.

Terus berkarya….. dan tetap SEMANGAT….

Kontak :
Ping Pradhana
Jln. Besi No 1 – Kavling 7 Malang
Telp : 0341-7031497
0341-402085
0812 331 2262

Regards,
Ping Pradhana

Untuk mentranslate bahasa

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.