Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘jazz’

Ketemu di Java Jazz 2009

Tahun depan, Jakarta International Java Jazz Festival akan diselenggarakan untuk kelima kalinya. Tetap berlangsung selama tiga hari, Jakarta International Java Jazz Festival 2009 dijadwalkan digelar pada 6, 7, 8 Maret 2009 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.

Untuk Jakarta International Java Jazz Festival 2009 (JIJJF 2009), Java Festival Production sebagai penyelenggara berencana menghadirkan sederet nama kondang seperti Jason Mraz, Brian McKnight, Swing Out Sister, New York Voices, Ivan Lins, Matt Bianco, Isao Suzuki, Mike Stern, Oleta Adams, Peabo Bryson, David Garfield, Chieli Minucci & the Special EFX, dan Ron King Big Band. Matt Bianco? Semoga tidak batal lagi seperti kemarin.

Di sisi lain, pihak penyelenggara menjanjikan bahwa JIJJF 2009 akan sedikit berbeda dari penyelenggaraan di tahun-tahun sebelumnya, khususnya soal harga tiket. Harga tiket JIJJF 2009 ditetapkan lebih murah dari tahun sebelumnya. Penetapan harga yang lebih murah ini dimaksudkan agar harga tiket dapat lebih terjangkau bagi semua pencinta Java Jazz Festival. Demikian menurut press release dari Java Festival Production.

Info selengkapnya mengenai harga tiket dan hal lain seputra JIJJF, bisa dilihat di situs web resminya: javajazzfestival.com

Untuk mentranslate bahasa

Membumikan Jazz Ala Farbig

Diakui atau tidak, musik jazz tidak terlalu familier bagi kebanyakan orang. Tidak seperti aliran musik jenis dangdut, pop dan rock, musik jazz memiliki penikmat tersendiri. Namun, akhir-akhir ini seiring dengan semakin banyaknya event-event musik jazz di gelar terutama di Jakarta, membuat genre musik ini makin banyak di kenal public. Minimal tahu dan mendengar.

jazz-musik1Bahkan banyak pula yang berpendapat, musik jazz adalah musiknya orang berduit dan berdasi serta hanya bisa dinikmati di hotel-hotel berbintang. Tapi apa benar seperti itu citra musik jazz ? Tunggu dulu, bagi Farbig citra itu kurang tepat.

Grup band bergenre jazz di Malang ini mencoba menghapus stigma tersebut. Sejak 2005, Farbig berusaha membangkitkan jazz kembali di Malang dengan cara mereka. Band yang digawangi lima personel ini sudah kenyang manggung antar café dan hotel. Mereka adalah Ping yang pegang Bass, Ogut pegang Keyboard, Musa pada Gitar, Dedy pada Drum dan Wina pada Vokal.

Penampilan yang good looking, menjadi salah satu modal bagi grup band jazz. Sehingga tidak salah, saat manggung di De Liv café kemarin malam mereka sangat rapi. Empat cowok tampil formal dengan celana dan kemeja warna pastel dipadu dengan rompi rajutan. Sedangkan Wina, satu-satunya personel cewek menggunakan blus warna hitam formal.

”Tampil formal bukannya sok ngelit. Kami mengikuti tempat kami perform saja,” ujar Wina kalem. Menurutnya, dengan tampil di balkon hotel ataupun café akan sangat sulit bagi mereka untuk perform kostum casual. Wina lantas menyebutkan sejumlah musisi luar negeri yang memang suka berpenampilan formal, seperti Michael Bubble, Dave Bruback, ataupun mendiang Nat King Cole.

Namun bukan berarti jazz harus berpenampilan formal. ”Jammie Cullum kan juga suka berkostum street wear,” kata Wina mencontohkan salah satu musikus jazz muda dari Inggris yang saat ini sedang naik daun.

Ketika tampil, Farbig selalu membawakan lagu jazz yang ada dalam buku dasar jazz. Selain itu, mereka juga mengaransemen sejumlah lagu top hits Indonesia dengan aransemen Jazz.

Wina menegaskan, musik jazz Farbig di mainkan sesuai dengan pakem jazz aslinya. Namun aransemen musik Farbig, ucap Ping, banyak memainkan Synchope dipadu dinamika antara Accord dan Chromatic, membuat musik jazz ala Farbig penuh ritmik dan lebih nge-beat.

Menurut Ping, sebenarnya dasar musik jazz memang telah ada di setiap genre musik. Di Malang pun telah lahir sejumlah musisi jazz yang karyanya telah diakui secara nasional, ”Ada Bertha, Syaharani, dan Abadi Susman, mereka adalah beberapa musisi jazz nasional asal Malang,” kata Ping yang telah lama menekuni musik jazz.(malangpost)

Untuk mentranslate bahasa

* Catatan DJ Oko Tim Media MJF dari Dji Sam Soe JakJazz 2008 ’A Whole Lotta Jazz’ (2)

jakjazz2008Gelaran Jak Jazz 2008 benar-benar meriah. Delapan panggung pada festival tahun ini benar-benar membuat para jazz lovers bingung untuk memilih menonton penampilan para musisi favorit mereka pada hari ke-dua ini. Bermain pada waktu bersamaan, Indra Lesmana Reborn, Daniel Sahuleka, dan Barry Likumahuwa Project merupakan salah satu penampilan yang ditunggu-tunggu di festival JakJazz tahun ini.
Benar saja, tiga panggung di JakJazz festival ini sudah dipadati ratusan para jazz lovers. Salah satu yang ditunggu-tunggu adalah Indra Lesmana Reborn, area Dji Sam Soe Concert hall sudah dipenuhi para jazz lovers untuk menikmati alunan musik yang mereka bawakan. Pada JakJazz Festival tahun ini, Indra membawa para penyanyi muda dewasa untuk mengiringi beberapa lagu, dan seperti biasa permainan yang penuh dengan improvisasi dan spontanitas mereka suguhkan dengan sangat menarik.
Simak juga panggung Skyline Terrace yang menampilkan Daniel Sahuleka melakukan solo hanya dengan menggunakan gitar akustik. Suara khas penyanyi asal Indonesia yang menetap di Belanda ini menghangatkan para jazz lovers yang bernostalgia dengan lagu-lagu yang ia bawakan. Lalu di panggung Amphitheatre Barry Likumahuwa project memukau para jazz lovers yang menyaksikan secara langsung. Permainan bass yang piawai oleh Barry benar-benar luar biasa, terlebih lagi pada beberapa lagu ia berkolaborasi dengan sang ayah, Benny Likumahuwa.
Menjelang tengah malam, tidak habis-habisnya jazz lovers dimanjakan oleh penampilan musisi lokal dan Internasional. Masih ada musisi jazz kawakan Ireng Maulana yang mengajak penyanyi muda dewasa berbakat Afgan dan Andien. Lalu ada grup asal Amerika Open Hands Project, Penyanyi popular Andre Hehanusa, DJ Shuya dan masih ada beberapa lagi musisi yang akan menghibur malam minggu anda.
Bersiaplah untuk hari terakhir pergelaran dari festival jazz bertaraf internasional yang dibanjiri oleh musisi lokal dan internasional pada Minggu 30 Nopember 2008, akan ada penampilan Andre Crouch, The Yellowjackets yang akan berkolaborasi dengan Tohpati, Syahrani and The Queenfireworks, Roland Van Straaten, Kiboud Maulana & Friends dan masih banyak lagi. Khususnya yang tidak boleh dilewatkan adalah penampilan dari kolaborasi 10 musisi jazz Indonesia dalam rangka merayakan 10 tahun edisi festival JakJazz di Indonesia. (**)

Untuk mentranslate bahasa

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.