Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘MJF’

Menyambut tutup tahun 2008, Plaza Araya menggelar Jazz Thru The Night. Event ini merupakan kerjasama dengan Malang Jazz Forum. Harapannya, dalam kegiatan ini, tumbuh suburnya jazz di Malang juga dapat berkembang di tahun 2009.

74Karena itu, event ini digelar gratis, untuk memberikan ruang bagi musisi dan penikmat jazz dalam mengekspresikan jazz. Tampil mendendangkan jazz Farbig Band. Grup Jazz satu ini kini memang sedang aktif di berbagai event, tidak hanya di Malang tapi juga di Surabaya. Untuk itu, Rayakan Pergantian Tahun di Plaza Araya, dan Nikmati Hiburan Musik Jazz memikat. Bagi kalian para MJF-ers segera gabung, dijamin gratis. Tempatnya di Plaza Araya, Rabu 31 Desember 2008 mulai pukul 19.00 sampai selesai.

Untuk mentranslate bahasa

Membumikan Jazz Ala Farbig

Diakui atau tidak, musik jazz tidak terlalu familier bagi kebanyakan orang. Tidak seperti aliran musik jenis dangdut, pop dan rock, musik jazz memiliki penikmat tersendiri. Namun, akhir-akhir ini seiring dengan semakin banyaknya event-event musik jazz di gelar terutama di Jakarta, membuat genre musik ini makin banyak di kenal public. Minimal tahu dan mendengar.

jazz-musik1Bahkan banyak pula yang berpendapat, musik jazz adalah musiknya orang berduit dan berdasi serta hanya bisa dinikmati di hotel-hotel berbintang. Tapi apa benar seperti itu citra musik jazz ? Tunggu dulu, bagi Farbig citra itu kurang tepat.

Grup band bergenre jazz di Malang ini mencoba menghapus stigma tersebut. Sejak 2005, Farbig berusaha membangkitkan jazz kembali di Malang dengan cara mereka. Band yang digawangi lima personel ini sudah kenyang manggung antar café dan hotel. Mereka adalah Ping yang pegang Bass, Ogut pegang Keyboard, Musa pada Gitar, Dedy pada Drum dan Wina pada Vokal.

Penampilan yang good looking, menjadi salah satu modal bagi grup band jazz. Sehingga tidak salah, saat manggung di De Liv café kemarin malam mereka sangat rapi. Empat cowok tampil formal dengan celana dan kemeja warna pastel dipadu dengan rompi rajutan. Sedangkan Wina, satu-satunya personel cewek menggunakan blus warna hitam formal.

”Tampil formal bukannya sok ngelit. Kami mengikuti tempat kami perform saja,” ujar Wina kalem. Menurutnya, dengan tampil di balkon hotel ataupun café akan sangat sulit bagi mereka untuk perform kostum casual. Wina lantas menyebutkan sejumlah musisi luar negeri yang memang suka berpenampilan formal, seperti Michael Bubble, Dave Bruback, ataupun mendiang Nat King Cole.

Namun bukan berarti jazz harus berpenampilan formal. ”Jammie Cullum kan juga suka berkostum street wear,” kata Wina mencontohkan salah satu musikus jazz muda dari Inggris yang saat ini sedang naik daun.

Ketika tampil, Farbig selalu membawakan lagu jazz yang ada dalam buku dasar jazz. Selain itu, mereka juga mengaransemen sejumlah lagu top hits Indonesia dengan aransemen Jazz.

Wina menegaskan, musik jazz Farbig di mainkan sesuai dengan pakem jazz aslinya. Namun aransemen musik Farbig, ucap Ping, banyak memainkan Synchope dipadu dinamika antara Accord dan Chromatic, membuat musik jazz ala Farbig penuh ritmik dan lebih nge-beat.

Menurut Ping, sebenarnya dasar musik jazz memang telah ada di setiap genre musik. Di Malang pun telah lahir sejumlah musisi jazz yang karyanya telah diakui secara nasional, ”Ada Bertha, Syaharani, dan Abadi Susman, mereka adalah beberapa musisi jazz nasional asal Malang,” kata Ping yang telah lama menekuni musik jazz.(malangpost)

Untuk mentranslate bahasa

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.